Sebenarnya ulasan tentang Karburator alternatif pengganti karburator tipe Vacuum di Yamaha Scorpio sudah sering diulas dibeberapa media cetak. Namun kami coba merefresh kembali ulasan ini sebagai informasi bagi rekan-rekan yang mungkin terlewat atau yang kebetulan sedang cari informasinya.
Yamaha Scorpio dari pabrikannya memang mengadopsi karburator tipe Vacuum yang dikenal efisien. Cara kerjanya beda dengan Karbu konvensional pada umumnya. Pada Karburator tipe Vacuum, gerak naik turunnya skep dimainkan oleh karet membran yang punya bahasa kerennya yaitu DIAPRAGHM (code: 5BP-14940-00) Gbr. 1 Part no.18. Beda dengan konvensional, dimana naik turunnya skep langsung digerakan oleh tarikan kabel throttle.
Karburator tipe vacuum sangat mengharuskan kebersihan udara yang masuk. Sehingga tidak disarankan filter udara dilepas bila menggunakan karbu vacuum. Kebersihan filter pun perlu dijaga. Kenapa demikian? karena bila udara yang masuk membawa partikel debu. Selain akan menutup lubang-lubang main jet/pilot jet. Partikel debu itupun rentan menggores dinding skep yang terlapis lapisan teflon hitam. Selain partikel debu, akibat umur pemakaian pun dinding skep berlapis ini lama kelamaan akan tergores. Akibatnya ke-vacuum-an menjadi berkurang, sehingga naik turunnya skep tidak lagi sempurna. Dampak yang terasa adalah motor terasa "endut-endut" an disaat RPM rendah. Yang bikin "bete" disaat jalan macet, seperti naik kuda karena motor tidak berjalan mulus di RPM rendah.
Semangat itulah yang membakar hati H. Suhartono Nurisman (YSC 221) ketika akan memodifikasi Yamaha Scorpio miliknya menjadi motor street fighter sejati.
Dampak dari kebocoran ini menyebakan daya hisap karet untuk menaikan skep tidak sempurna. Gejala yang timbul diantaranya tenaga seperti tertahan dari mulai RPM tengah hingga atas, tarikan ngempos "ngook", pada saat tutup gas kerap terjadi gejala menembak, busi hitam dan banyak lagi. Walaupun gejala tadi tidak semua diakibatkan karena bocor/rusak nya karet